Injil Usia 1.500 Tahun Ditemukan, Afirmasi Berita-berita Al-Quran

 

Sebuah media Timur Tengah, Alarabiya, melaporkan pemerintah Turki akan menerjemahkan Injil berusia 1.500 tahun, artinya sudah ada setengah abad sebelum Islam. Injil kuno yang menyebut kerasulan Muhammad saw. itu memang sempat mengundang perhatian dunia. Selain menyebut akan datangnya Nabi Muhammad, Injil itu juga menyebut bahwa Yesus adalah manusia fana dan tak pernah disalib.

Injil Barnabas yang dipercaya para analis sebagai tambahan dari kitab-kitab injil seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes menarik perhatian awal tahun ini. Dalam kitab Yesus telah memprediksikan kedatangan Nabi Muhammad. Ini afirmasi pertama yang menguatkan ayat Al-Quran.

Dan tatkala Isa putra Maryam berkata, ‘Hai Bani Israil, sesungguhnya aku utusan Allah kepada kalian sebagai pembenar apa yang terdapat padaku dari Taurat dan pembawa berita bahagia tentang seorang rasul yang akan datang setelahku bernama Ahmad’. Namun, tatkala ia datang dengan bukti-bukti, mereka mengatakan, ‘Ini sihir yang nyata’” (QS. Shaff [61]: 6).

Pada Februari 2012, Vatikan secara resmi telah meminta untuk melihat alkitab yang ditemukan Turki selama operasi penyelundupan pada tahun 2000. Pekan ini kutipan dari dokumen asli tersebut telah di terjemahkan. Dokumen yang ditulis dengan bahasa Syriac dialek Aram tersebut menyangkal ketuhanan Yesus.

Al-Masih putra Maryam bukan apa-apa kecuali hanya seorang rasul yang sebelumnya telah datang rasul-rasul, sedangkan ibundanya wanita mahajujur, mereka berdua makan makanan” (QS. Al-Maidah [5]: 75).

Laporan sebuah majalah online Y-Jesus yang berbasis di Amerika Serikat dalam analisisnya mengenai Injil Barnabas mengungkapkan, teks dokumen secara efektif menyangkal keilahian Yesus dan menolak konsep Trinitas; kepercayaan Kristen yang mendefinisikan Allah dalam tiga pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ini afirmasi lain atas ayat Al-Quran.

Sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan, ‘Sesungguhnya Allah adalah yang-ketiga dari tiga.’ Tidak ada satu pun tuhan selain Tuhan Yang Satu” (QS. Al-Maidah [5]: 73).

Laporan itu juga menyatakan dalam Injil Barnabas, Yudas Iskariot disebut sebagai orang yang mati disalib dan bukan Yesus. Sementara dalam Perjanjian Baru, Yudas disebut mengkhianati Yesus.

Namun, mereka itu tidak membunuhnya juga tidak menyalibnya, akan tetapi dia disamarkan kepada mereka, sedangkan mereka yang berselisih tentangnya sungguh dalam keraguan tentangnya” (QS. Al-Nisa’ [4]: 157).

Pernyataan dari laporan kajian terhadap Injil Barnabas tersebut menantang pesan Kristen selama ini. Pesan selama ini, kematian Yesus dikatakan sebagai pengorbanan Juru Selamat bagi dosa-dosa Kristen dan kebangkitannya sebagai harapan kehidupan kekal.

Laporan yang tidak jauh berbeda juga diturunkan Daily Mail. Disebutkan bahwa sejalan dengan keyakinan Islam, Injil yang ditemukan ini memperlakukan Yesus sebagai manusia dan bukan Tuhan. Injil ini menolak ide dari Tritunggal Kudus dan Penyaliban dan mengungkapkan bahwa Yesus memprediksikan kedatangan Nabi Muhammad.

Pernyataan-pernyataan Injil Barnabas mendukung keyakinan Islam bahwa penyaliban Yesus tidak pernah terjadi.

St Barnabas secara tradisional diidentifikasi sebagai pendiri Gereja Siprus. Ia orang Kristen pertama yang dianggap sebagai rasul bagi umat Kristen.

Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Turki, Ertugrul Gunay, mengatakan, teks dari Injil Barnabas tersebut dilaporkan bernilai sekitar 22 juta dolar. “Sejalan dengan keyakinan Islam, Injil memperlakukan Yesus sebagai manusia bukan Tuhan. Ini menolak ide dari tritunggal kudus dan penyaliban. Serta ramalan Yesus akan kedatangan Nabi Muhammad,” Kata Gunay seperti dilaporkan dalam salah satu surat kabar setempat.

Saat ini injil dijaga ketat oleh pihak berwenang Turki sebelum diserahkan pada Museum Etnografi Ankara. Rencananya teks asli injil tersebut akan dipamerkan di museum.(Dihimpun dari berbagai sumber)

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.