Unduh Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Zuhaili! Tafsir Mutakhir Sunni yang Dikagumi Syiah

 

TAFSIR-QURAN.COM–Di samping karya-karya besar lainnya di bidang hukum Islam dan interdisiplinarinya dengan bahkan Hubungan Internasional dan Politik, tafsir ini salah satu karya terbaik atau barangkali magnum opus Syaikh Wahbah bin Mushtafa al-Zuhaili, seorang guru besar asal Suriah, doktor lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir, tahun 1964. Inilah salah satu tafsir kontemporer Ahli Sunnah wal Jamaah yang dihormati Syiah.

Tepatnya pada tahun 1993, atau tiga tahun setelah awal kali terbit di Mesir (1990), Tafsir Al-Munir sebanyak 16 jilid dinobatkan sebagai Karya Terbaik oleh panitia penyeleksi buku terbaik yang dikarang setiap tahunnya di Festival Internasional “Kitab-e Sal” (Buku Tahun) di Republik Islam Iran. Bahkan, masih di festival itu, karya Wahbah Zuhaili masuk kategori buku terbaik internasional. Di media nasional negeri Mullah itu ia dikenal dengan gelar “Allamah”. Dan masih banyak penghargaan yang diraih tafsir ini di tingkat dunia.
 

Baca juga: QS. Al-Dhaha [93]: Ayat 7; Nabi Sesat (1): Antara Tidak Tahu, Bingung Dan Lengah
Baca juga: QS. Nur [24]: Ayat 35; Wahdatul Wujud (3): Sudah Ada Di Awal Al-Fatihah
Baca juga: QS. Al-Nur [24]: Ayat 35; Wahdatul Wujud (2): Makhluk Itu Ada Atau Tidak?
Baca juga: QS. Al-Nur [24]: Ayat 35: Wahdatul Wujud (1); Kafir Atau Tidak?
 

Judul lengkap tafsir ini adalah al-Tafsīr al-Munīr fī al-‘Aqīdah wa al-Syarī‘ah wa al-Manhaj (Tafsir Penerang dalam Akidah, Syariah dan Jalan Hidup). Sebagai intisari dan perasan dari pengalaman intelektualnya di berbagai ilmu pengetahuan, tentu banyak keunikan dan hal-hal baru yang dipersembahkan Wahbah dalam tafsir ini berkat konsistensinya dalam metode, sistematika dan pengembangan aspek-aspek studinya atas ayat-ayat suci Alquran. Fokusnya pada tadabbur atas kandungan ayat dan bahasa yang mudah dicerna tampaknya mengurangi kesibukannya dalam merujuk referensi dari tafsir-tafsir klasik ataupun semasanya.

Pertengahan November 2013, Wahbah berkesempatan berkunjung ke Indonesia atas undangan Bank Indonesia dalam rangka menyampaikan orasi ilmiah mengenai ekonomi syariah. Bersama Mendiang Syaikh Said Ramadhan al-Buthi, ia juga menghadiri forum International Conference of Islamic Scholars (ICIS). Pada 8 Agustus 2015, ia wafat di usia pernuh berkah 83 tahun. Selang satu tahun berikutnya, tafsir Wahbah tuntas diterjemahkan lengkap ke Bahasa Indonesia dalam 15 jilid, diterbitkan Gema Insani pada 2016. Kini, tafsir Al-Munir masih bisa diunduh di beberapa link di bawah ini:

Link-01
Link-02
Link-03
Link-04
Link-05
Link-06
 

Baca juga: QS. Maryam [19]: Ayat 96; Syarat Menjadi Manusia Rahmatan Lil Alamin
Baca juga: QS. Al-Anbiya’ [21]: Ayat 105; Masa Depan Dunia Dan Pelaku Sejarah Masyarakat
Baca juga: QS. Al Imran [3]: Ayat 169; Jihad Dan Syahid, Dua Ajaran Unik Dan Istimewa
Baca juga: QS. Al-Mursalat [77]: Ayat 15; Dari Membohongi Diri Sendiri Sampai Membohongi Allah
 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.