QS. Al-Anbiya’ [21]: Ayat 105; Masa Depan Dunia dan Pelaku Sejarah Masyarakat

 

TAFSIR-QURAN.COM–Akan seperti apakah dunia dan umat manusia? Ke arah manakah masyarakat manusia bergerak? Apa bentuk ideal dari masyarakat masa depan manusia? Jika Islam agama terakhir dan akhir jaman, bagaimana Alquran mendeskripsikan masa depan dunia dan umat manusia? Siapakah pelaku sejarah masa depan dan pencipta keadilan Ilahi di bumi? Coba amati ayat berikut di bawah!
 

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِى ٱلزَّبُورِ مِنۢ بَعْدِ ٱلذِّكْرِ أَنَّ ٱلْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِىَ ٱلصَّٰلِحُونَ

“Dan sungguh telah Kami tulis dalam Zabur setelah [terdapat] di dalam al-Dzikr (Lauh Mahfuzh) bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh”
(QS. Al-Anbiya’ [21]: 105)

[1]
Keterangan serupa ayat di atas ini juga diulang di ayat-ayat lain:
Dan sesungguhnyalah telah berlaku ketetapan Kami bagi hamba-hamba utusan Kami, bahwa sesungguhnya mereka pasti orang-orang yang mendapat pertolongan, dan sesungguhnya balatentara Kami itulah yang pasti menang” (QS. Al-Shaffat [37]: 171-173)

Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Alquran) dan agama kebenaran untuk memenangkannya di atas segala agama, dan cukuplah Allah sebagai saksi” (QS. Al-Fath [48]: 28. Lihat juga QS. Al-Taubah [9]: 33; QS. Al-Shaff [61]: 9).
 

Baca juga: Apa Kata Goethe Tentang Alquran?
Baca juga: Kisah Alquran (1): Pernikahan Dramatis Di Balik Pembunuhan Terheboh
Baca juga: QS. Al-Qashash [28]: 77; Ingin Hidup Anda Berubah? Cukup 4 Strategi Ini
Baca juga: QS. Al-Baqarah [2]: 42; Cara Membuat Hoax
 

[2]
Ayat-ayat di atas tadi atau ayat serupa lainnya memberikan gambaran tentang:
a. Akan adanya manusia-manusia saleh yang dijanjikan Allah.
b. Akan datangnya masa depan cerah umat manusia.
c. Akan menangnya manusia-manusia saleh dalam rangka membangun masa depan dan masyarakat ideal manusia.
d. Kemenangan mereka ditunjang oleh nilai-nilai keutamaan dan kebenaran agama.

[3]
Visi Kesejarahan Alquran, atas dasar itu, ialah masa depan dunia dan masyarakat manusia yang terbangun di atas nilai-nilai keutamaan dan agama Allah di bawah kepemimpinan hamba-hamba-Nya yang saleh.

[4]
Gambaran itu bukan semata-mata deskripsi dan keterangan, tetapi juga janji pasti Allah akan hadirnya kemuliaan dan kebahagiaan yang dibangun oleh manusia-manusia terbaik-Nya. Menyerap gambaran menjadi janji amat bergantung pada seberapa besar iman, kepercayaan dan kesabaran kita menanti keberadaan manusia-manusia saleh-ilahi, kemenangan agama-Nya, dan kehadiran masa depan yang cerah. “Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji” (QS. Al Imran [3]: 9; QS. Al-Ra’d [13]: 31; QS. Al-Zumar [39]: 20).

[5]
Bila paham-paham ateis dan materialis memprediksi sejarah masa depan umat manusia atas dasar faktor-faktor materiil dan kebendaan, Alquran mengingatkan adanya faktor yang justru amat dominan dan menentukan atas nasib dan masa depan masyarakat dunia, yaitu faktor spiritual seperti iman. Ayat-ayat di atas telah menggariskan bahwa, pada akhirnya, bumi, jaman dan dunia ini berada dalam kekuasaan dan keadilan orang-orang yang kekuatan iman mereka sempurna dengan kegigihan amal mereka.
 

Baca juga: Menjadi Tuhan; Kewajiban Dan Cita-Cita
Baca juga: QS. Al Imran [3]: Ayat 169; Jihad Dan Syahid, Dua Ajaran Unik Dan Istimewa
Baca juga: QS. Al-Furqan [25]: Ayat 33; Sampaikan Kebenaran Dan Dengan Cara Efektif
Baca juga: Manuskrip Alquran Terpanjang, Siap Pecahkan Rekor Guinness
 

[6]
Perlu dicatat pula, para nabi di sepanjang sejarah dan dengan segenap usaha tulus, jerih payah serta pengorbanan telah berhasil menciptakan perubahan dalam masyarakat, bahkan ada nabi-nabi yang praktis berhasil membangun pemerintahan keadilan Ilahi di sejumlah negeri dan kawasan. Meski demikian, transformasi dan perjalanan kemasyarakatan ini tidak berlangsung secara monoton, satu garis lurus yang terus menanjak, tetapi perubahan masyarakat manusia bergerak naik-turun, jatuh bangun, amat bergantung pada faktor kehendak manusia sebagai pelaku sejarah dan perubahan.

[7]
Logika sejarah ini juga diakui Alquran. Karena itu, transformasi dan dinamika sejarah manusia tidak dalam satu garis lurus, monoton, dan akan selalu bergerak menyempurna, tidak juga seperti tangga yang terus naik dan meningkat dari satu tangga ke tangga lebih tinggi. Perjalanan sejarah manusia akan ditentukan oleh perilaku dan kehendak bebas dirinya; manusia itu sendiri yang semestinya mengambil keputusan untuk bergerak naik atau turun, bangkit atau pasrah, menyempurna atau terhina. “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu bangsa sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri” (QS. Al-Ra’d [13]: 11. Lihat juga QS. AL-Anfal [8]: 53).

[8]
Siapakah manusia saleh yang dijanjikan Allah? Yaitu orang-orang yang dengan izin Allah akan menghadirkan masa depan cerah dengan keadilan Ilahi untuk masyarakat dunia. Mereka ini telah mencapai kedekatan dengan Allah hingga layak menjadi khalifah, penguasa dunia dan pengelola masa depan umat manusia: “Dan [ingatlah] ketika Tuhanmu berkata kepada para malaikat, ‘Aku sungguh hendak menjadikan khalifah di bumi” (QS. Al-Baqarah [2]: 30).

Tentang kedudukan Nabi Dawud a.s. Allah mengatakan, “Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka putuskanlah [perkara] di antara manusia dengan kebenaran dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah” (QS. Al-Shad [38]: 26).

Maka, akan ada dawud-dawud dari umat Nabi Muhammad SAW yang memerankan janji Allah untuk masa depan manusia dan dunia.[ph]

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.