Tidak Mengerti Maknanya, buat apa Menghafal Al-Quran?

 

ADA FENOMENA menarik sekaligus aneh; tidak sedikit orang belajar dan berlatih tilawatul quran hingga menjadi qari dan juara dalam musabaqah, tapi tidak mengerti makna ayat-ayat yang dibacanya, tidak memahami kandungannya. Sebaliknya, ada yang pandai memahami ayat dan menafsirkan kandungannya, namun tidak menghafalnya.

Tentu saja, umat Islam dianjurkan membaca dan menghafal Al-Quran sebagai langkah pengantar dan motivasi untuk memahami maknanya dan mendalami kandungannya. Menghafal Al-Quran dengan memahami, memikirkan dan merenungkan maknanya merupakan derajat lebih tinggi daripada sekedar menghafal tanpa memperhatikan maknanya. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang mengkhatamkan Al-Quran dengan memahami dan merenungkan maknanya, seolah-olah dia memberi tempat kenabian di dalam dirinya, hanya saja dia tidak diberi wahyu secara langsung.” (Ushûl Al-Kâfî, jld. 4, hlm. 406).

Adapun seberapa besar pahala orang yang menghafal Al-Quran? Jawabannya tidak bisa kita dapatkan secara detail. Akan tetapi, dari hadis di atas tadi juga bisa dimengerti bahwa, “Orang yang menghafal Al-Quran dan mengamalkannya adalah kawan para malaikat penyampai wahyu yang mulia di akhirat” (ibid., jld. 4, hlm. 405).

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam sahih mereka disebutkan siapa saja yang berjerih payah demi Al-Quran dan menghafalnya dengan susah payah dan ingatan yang lemah, dia akan mendapatkan dua pahala. Kandungan  yang sama diriwayatkan oleh Fudhail bin Yasar meriwayatkan dari Imam Ja’far Al-Shadiq (ibid., jld. 4, hlm. 409).

Di antara konklusi yang dapat ditarik dari riwayat-riwayat ini adalah, pertama, kedanti tidak atau belum memahami maknanya, menghafal Al-Quran adalah kemuliaan seperti mulianya orang yang mempersiapkan diri untuk mencapai tujuan mulia, karena menghafal salah satu langkah dan motivasi untuk memahami makna. Kedua, pahala menghafal Al-Quran yang disertai dengan pemahaman maknanya lalu pengamalan ajarannya merupakan persahabatan dengan para malaikat istimewa Allah SWT di akhirat. Kedia,  pahala orang yang dengan susah payah menghafal Al-Quran adalah dua kali lipat dari orang yang menghafalnya dengan mudah.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.