Nama-Nama Al-Quran: Cara Kita Mengenal Kitab Allah

 

Apakah Al-Quran satu-satunya nama dan identitas kitab suci yang terakhir dari Allah ini? Apa fungsinya nama-nama itu?

Sebagai kalam, firman, dan teks, Al-Quran sudah menyimpan berbagai lapisan nilai sedemikian tingginya hingga ditempatkan sebagai mukjizat. Selain kandungannya yang dalam dan senantiasa segar, bahasa Al-Quran juga luar biasa indah. Mukjizat yang multidimensional inilah yang memperkenalkan kitab sucinya dengan berbagai nama sebagaimana laiknya.

Dengan kata lain, nama-nama Al-Quran mencerminkan identitas, kedudukan, dan dimensinya, di samping atribut-atribut yang melingkupinya.

Nama-nama Al-Quran dapat dijumpai sekedar kita merujuk ayat-ayatnya. Dengan mengenal nama-nama ini, kiranya ada gambaran umum tentang kitab suci abad ini. Berikut beberapa di antaranya:

Al-Quran

Nama ini berarti bacaan dan pengumpulan. Bacaan yaitu sesuatu yang selayaknya dibaca sebagai sumber petunjuk kehidupan. Dan pengumpulan yaitu kitab yang kaya menghimpun hakikat, rahasia, petunjuk dan pengetahuan yang tak habis-habisnya hingga senantiasa baru sepanjang garis waktu dan sejarah.

Allah SWT menamakan kitab suci ini dengan Al-Quran dalam beberapa ayat, di antaranya, “Tidaklah mungkin al-Quran ini dibuat oleh selain Allah Swt; akan tetapi (al-Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.” (QS. Yunus [10]: 37)

Al-Kitab

Nama ini mudah dijumpai dalam Al-Quran, di antara dalam QS. Al-Baqarah [2]: 2, “Itulah kitab tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.

Al-Furqan

Nama ini berarti pembeda, sebagaimana dalam ayat berikut, “Dia menurunkan Al-Kitab kepadamu dengan sebenarnya, membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil sebelum (Al-Quran), menjadi petunjuk bagi manusia dan Dia menurunkan al-Furqan.” (QS. Al Imran [3]: 3-4).

Di ayat lain juga nama ini disebutkan, “Mahasuci Allah yang telah menurunkan al-Furqan kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam?” (QS. Al-Furqan [25]: 1).

Al-Dzikr

Nama ini berarti pengingat, sebagaimana dalam ayat, “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Dzikr (Al-Quran) agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan” (QS. Al-Nahl [16]: 44).

Di ayat lain Allah SWT berfirman, “Dan ini adalah dzikr (pengingatan) penuh kebaikan yang telah Kami turunkan” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 50).

Al-Dzikr bisa juga bermakna kemuliaan, seperti pada ayat berikut, “Sesungguhnya Kami telah turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat kemuliaan bagimu” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 10).

Selain di atas, ada pula nama-nama lain dengan jumlah cukup banyak dinisbatkan kepada Al-Quran. Tampaknya, nama-nama itu lebih merupakan atribut-atribut Al-Quran, seperti al-majīd ‘yang mulia’ (QS. Al-Buruj [85]: 21), al-‘azīz ‘yang kokoh’ (QS. Fushshilat [41]: 41), al-‘aliy ‘yang luhur’ (QS. Al-Zukhruf [43]: 4), hudā ‘petunjuk’ dan syifā’ ‘penyembuh’ (QS. Fushshilat [41]: 44, bayān ‘penjelasan’ (QS. Al Iman [3]: 138, tibyān ‘penjelas’ (QS. Al-Nahl [16]: 89), al-hakīm ‘bijaksana’ (QS. Yasin [36]: 2), busyrā ‘berita bahagia’ (QS. Al-Naml [27]: 2). [Dirangkum dari Muhammad Baqir Al-Hakim, Ulūm Al-Qur’ān, dan sumber lain].

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.