Tadabur: QS. Al-Rum [30]: ayat 41 (Bagian Pertama)

 

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَ الْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْن

Telah muncul kerusakan di darat dan di laut karena apa yang telah diperbuat oleh tangan-tangan manusia, sehingga Dia mencicipkan kepada mereka sebagian dari yang mereka kerjakan agar mereka kembali [sadar].”

(QS. Al-Rum [30]: 41)

Terjemah Kata

  • ظَهَرَ      (zdoharo)         = telah muncul/tampak
  • الْفَسَادُ    (al-fasād)          = kerusakan
  • الْبَرِّ       (al-birr)             = darat
  • الْبَحْرِ     (al-bahr)           = laut
  • كَسَبَتْ    (kasabat)          = berusaha/berbuat
  • أَيْدِي      (aydī)               = tangan-tangan
  • النَّاسِ    (al-nās)             = manusia
  • لِيُذِيْقَهُمْ   (li-yudzīqo-hum) = untuk Dia mencicipkan kepada mereka
  • بَعْضَ    (ba‘dh)             = sebagian
  • الَّذِي      (alladzī)           = yang
  • عَمِلُوْا    (‘amilū)            = mereka bekerja
  • لَعَلَّهُمْ     (la‘allahum)     = agar/mungkin mereka
  • يَرْجِعُوْن‏ (yarji‘ūn)         = mereka kembali

Hadis

  • Diriwayatkan leh Ibnu Abu Hatim dari Ibnu Abbas tentang firmannya, “Telah muncul kerusakan di darat dan di laut karena apa yang telah diperbuat oleh tangan-tangan manusia, ia berkata, “Yaitu berkurangnya kebaikan melimpah akibat pebuatan orang-orang agar mereka bertaubat” (Jalaluddin Al-Suyuthi, Al-Durr Al-Mantsūr, jld. 11, hlm. 604).
  • Nabi SAW bersabda, “Jika telah muncul sepuluh karakter pada umatku, niscaya Allah membalas mereka dengan sepuluh karakter.” Sahabat bertanya, “Apa itu, ya Rasulullah?” Ia bersabda, “Jika mereka menyedikitkan doa maka bencana pasti turun; jika mereka meninggalkan bersedekah maka penyakit akan banyak; jika mereka enggan berzakat maka hewan-hewan ternak akan mati; jika penguasa menindas maka hujan akan tertahan dari langit; jika zina banyak dilakukan di tengah mereka maka kematian tiba-tiba akan banyak; jika riba telah menjadi banyak maka gempa akan banyak; jika mereka mengadili perkara dengan selain apa yang telah Allah turunkan maka Allah akan membuat musuh mereka menguasai mereka; jika mereka melanggar janji Allah maka Allah akan menimpakan bencana pembunuhan ke atas mereka; jika memperingan timbangan maka Allah akan menimpakan paceklik ke atas mereka.” Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat, “Telah muncul kerusakan di darat dan di laut karena apa yang telah diperbuat oleh tangan-tangan manusia sehingga Dia mencicipkan kepada mereka sebagian dari yang mereka kerjakan agar mereka kembali [sadar].” (Al-Syu’airi, Jāmi‘ Al-Akhbār, hlm. 180).
  • Diriwayatkan oleh Muhammad bin Muslim dari Abu Ja’far Imam Muhammad Al-Baqir ra., tentang ayat, “Telah muncul kerusakan di darat dan di laut karena apa yang telah diperbuat oleh tangan-tangan manusia sehingga Dia mencicipkan kepada mereka sebagian dari yang mereka kerjakan agar mereka kembali [sadar]”, ia berkata, “Allah berfirman demikian ini, demi Allah, tatkala orang-orang Anshar mengatakan, “Seorang pemimpin dari dan seorang pemimpin dari kalian” (Kulaini, Al-Kāfī, jld. 8, hlm. 58; Tafsīr Al-Qummiy, jld. 2, hlm. 160).
  • Segera setelah mengecam mewabahnya kesukaan akan keduniaan di tengah masyarakat Islam, Imam Ali bin Abu Thalib ra. dalam pidatonya mengatakan, “Telah muncul kerusakan” sehingga tidak ada seorang pengubah pun terhadap pelaku kejahatan dan tidak ada pelarang yang menghadang pelanggaran. Apakah dengan keadaan ini kalian lantas ingin berada di sisi Allah di alam kesucian-Nya sehingga kalian menjadi yang termulia di antara par kekasih-Nya. Tidak! Jauh sekali itu! Allah tidak akan terperdaya [hingga menyia-nyiakan] surga-Nya dan keridhaan-Nya tidak akan dipeoleh kecuali dengan ketaatan kepada-Nya. Allah mengutuk orang-orang penyuruh kebaikan tetapi tidak melakukannya dan orang-orang pelarang kemunkaran tetapi mengerjakannya” (Nahj Al-Balāghah, pidato no. 129). Bersambung ⇒

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.